Tuesday, October 22, 2013

time will heal

Artikel ini dulu dikirim sama Mba Dina, temen kantor yang aktif di milis parenting kantor kita. Diantara sekian banyak artikel yang dikirim ke milis, this one is my fave. Bener-bener penyemangat dan tamparan keras at the same time :)

Semalem Raka rewel luar biasa. Hampir tiap sejam nangis dan nendang-nendang. Lagi awal-awal pilek ceritanya, batuknya juga udah mulai muncul jadi kali gatel ya tenggorokannya. Barusan di tengah tidur siang juga batuk dan berlanjut lagi ngamuk dan nendangnya.



Jadi keinget artikel ini dan langsung ubek-ubek email. Di posting aja deh biar gampang nyarinya next time.

Time will heal. Badai pasti berlalu. This too shall pass.

Semangat qaqaaaaaa...


Dear smart parents,
Sibuk mencari sesuatu cara untuk 'do something' saat anak batuk pilek? Obat katanya gak boleh. Nebulizer kan cuma buat anak asma. Gemes kaaan, kalo gak bisa melakukan sesuatu? Kesannya menelantarkan anak?

Aha! Meluncurlah ke apotik beli breathy, beli transpulmin BB - obat batpil gak dibeli tapi tetap aja beli 'sesuatu'.
Gak cukup sampai di situ, masak air mendidih lalu diuapkan ke anak kita.

Kesemua itu gak perlu. Hal terpenting dari perlawanan terhadap virus adalah daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh dapat disokong oleh istirahat yang cukup (siapkan fisik untuk menggendong anak yang super rewel ya), makanan (bujuk - dan bukan paksa - anak untuk makan, 1-2 sendok secara berkala sudah lumayan banget), dan yang sangat penting: cairan! Telateni untuk memberi minum pada anak. Bayi ASI perlu disusui lebih sering. Sering lepas2 karena mampet? Perah ASInya lalu sendoki. Sisanya? Time will heal.

Berkali2 saya menemukan anak yang mengalami reaksi alergi terhadap balsam. Tersering akibat diberikan bawang. Ortu panik, dikira campak. Padahal dermatitis kontak.

Yang menyedihkan, sudah dua kali menemukan kasus anak luka bakar akibat 'terapi uap'. Yang pertama karena anak tidak bisa diam, meronta, ember berisi air panas tertendang dan airnya menciprati badannya. Kasus kedua, memasang magic jar di kamar tidur spy mengeluarkan uap air panas, lalu ditinggal tidur. Anaknya sudah bs turun sendiri, lalu memainkan magic jar tadi, melepuhlah kulit tangan sampai mukanya. Sedih sekali melihatnya.
Intinya sih: jangan membahayakan anak. Setiap melakukan tindakan, timbang risk and benefitnya. Beneran bermanfaat gak buat anak? Ada risikonya gak?

Demam tinggi boleh banget dong dikasi parasetamol. Tapi kalau sering banget (ingat potensi hepatotoksik) apalagi pake yang dari anus, apa gak membahayakan anak? Rendam air hangat boleh banget, tapi asal anaknya menikmati ya. Kalau anaknya gak nyaman dengan rendaman, seka pake washlap+air hangat, boleh. Lalu, apa ada risiko luka bakar krn ada air panas di sekitar anak?
Satu2nya yang aman dan efektif yang perlu diberikan ke anak yang batuk pilek cuma minum yang banyak. Gak perlu ya perintilan2 'home treatment'. Siapkan stok sabar. Observasi tanda2 bahaya. Sisanya, serahkan pada tubuh anak. Sekali lagi, time will heal. Badai pasti berlalu.

Maaf jika tidak berkenan,

dr. Endah Citraresmi

10 comments:

  1. bookmarked!

    thank ning for sharing ;)

    sehat sehat sama Raka & bayi#2 yaaaa :D

    ReplyDelete
  2. wedew pada batpil semua yaa, GWS ya nak anakk... *group hug*

    Gue juga masih nyimpen ini ning, thanks ya udah dikirimin artikel ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi reee.. Endingnya tetep juga sih mamaknya ikutan sakit :))))

      Delete
  3. lintang jg lagi batpil
    moga segera pulih ya kak raka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cepet sembuh juga yaa bro lintang ;)

      Delete
  4. wah mbak...tersentil sekali bacanya..love it
    inget anak batpil lebih dari 10 hari, pdhl masih aktif ceria tp akhirnya dibawa ke dr.w*** markassehat n akhirnya disemprot abis2an T_T
    ijin share di fb ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi kalo anak batpil bawa ke markas udah pasti lah disemprot abisss, hehehe.

      Monggo silakan :)

      Delete