Wednesday, November 21, 2012

woman, and man

In this case, me and my husband.

Bukan untuk ngebandingin ato apa, kan jelas2 beda ya. Ga usah dijelasin  lah yey, pembaca saya kan udah pada pinter :D

Mari kita let's go!!

Pertama, apalagi kalo soal emosi. Setelah ditilik lagi, aku ini tipe orang yang ga bisa nahan emosi. Kalo marah ya harus dikeluarin. Saat itu juga. Kalo ditahan rasanya beraaaaatttt..dan ga akan ilang juga. Jadi musti ngomel, bawel. Kalo udah ya udah, selesai. Jeleknya ya jelas ada, pas marah ngomong apa suka ga dikontrol. In the end menyesal tak keruan. Janji semanis merpati untuk tidak mengulangi lagi. Cencu lah janji tinggal mimpi.



Beruntung bertemu manusia semanis keyong. Sabaaaarrrrr gilak! Jarang marah, jarang panik. Marah paling sering ya sama istrinya, dipicu tak lain tak bukan karena kebawelan si istri udah melebihi dosis. Marahnya juga ga panjang2, cukup satu kalimat dijamin istri klepek2. Cencu diiringi tatapan setazam silet.

Btw kayaknya udah sering ya cerita ini, tetep aja ga tobat.

Another thing, soal romantisme.

Hayooo siapa yang lewat setaun nikah suaminya masi suka kirim2 sms cinta??

Ada? Ada?

Aku pribadi sih masi suka sms/watsapp/skype

"Ayaah kangeenn.."

Kalo lagi hoki sih dibalesnya

"Sama Bun"

Ato,

"Aku juga Bun"

Mayan lah ya?

Tapi kalo doi sibuk ya beginilah yang diterima

"Ya Bun"

...

Huhahahauhahhaau. Keciaan deh istri!!

But deep inside, aku sih yakin doi cinta berat. Hahaha.

Anyway, posting ini dibuat mengingat sebiji parker yang didapat karena kisah awal keluarga ini yang dibawakan di depan kelas. This family, start with only empat-puluh-ribu-rupiah.

Thanks God for make this family happen.

No comments:

Post a Comment