Tuesday, December 21, 2010

menolak bidadari

very nice writing by Helvy Tiana Rosa

i got this article on my email last year, but i still keep it till now. please read it, and u'll know why :)


Sungguh, saya tak pernah benar-benar tahu, apa kesan suami yang paling dalam tentang saya. Saya pernah berpikir mungkin saya bukan perempuan yang terlalu istimewa baginya karena sepanjang hidupnya suami saya banyak bertemu perempuan hebat: cantik, pintar, keturunan baik-baik dan tentu juga sholihat. Jadi berapa nilai saya sebenarnya di matanya?

Namun menyadari bahwa ia toh memilih saya, tentu ada sesuatu pada saya. Dulu, ketika baru menikah ia pernah bilang bahwa kelebihan saya dibandingkan banyak perempuan lain yang ia temui, yang sangat menonjol adalah karakter saya yang kuat. Waktu itu saya hanya mengernyitkan kening sembari tersenyum. Karakter? Kuat?


Suami saya orang yang sangat baik hati.


"Tapi maaf ya sayang, aku tidak romantis," ucapnya yang rata-rata saya dengar setahun sekali.


Ya, ia misalnya, tak pernah mengajak saya pergi berlibur berdua di suatu tempat terpencil nan indah, atau membawakan seikat atau setangkai saja bunga. Ia juga tak pernah menciptakan puisi walau sebaris untuk saya. Candle light dinner? Pernah, dua kali dalam 12 tahun. Tapi bagaimana pun, saya tahu ia selalu mencintai saya. Ia selalu siap untuk saya...meski ia jarang menyatakan secara lisan....


Namun begitulah perempuan, bukan? Selalu ingin tahu setiap saat. Hari ini sebesar apa cintanya padaku? bagaimana kesannya padaku? Apakah lebih baik dari kemarin? Bertambah? Berkurang?


Saat-saat kami berdua, saya sering mencoba menangkap sesuatu di matanya: diri saya. Sedalam apa saya menghunjam di mata, juga batinnya? Sejauh mana saya mampu mengesankannya? Seluas apa cintanya...?

Begitu juga, beberapa hari lalu, saat kami pulang bersama. Waktu-waktu seperti itu kami pakai untuk berdiskusi soal anak-anak, pekerjaan, keluarga besar..., dan yang lainnya, seraya mata saya terus lekat menatap matanya. Lagi-lagi: selalu mencari saya...


Ah, hari-hari kami memang berlalu begitu cepat. Tiba-tiba pernikahan kami sudah menjelang tahun ke 13. Limpahan kebahagian menyergap, meski kadang ada saja sandungan yang harus kami hadapi, yang kami harap dapat lebih mematangkan cinta kami....


"Sebenarnya, apa sih kesan terdalam Mas terhadap aku?" tiba-tiba saja kata-kata tersebut meluncur dari mulut saya, malam itu. Saya sempat terkejut sendiri.


Mas tersenyum.


Saya terdiam. Salah tingkah.


Sekitar kami hening. Hanya deru mesin mobil.


"Maaf ya, Mas..., gini hari nanyanya kayak orang pacaran...," kata saya lagi.


Mas masih tersenyum. Saya makin salah tingkah.


"Kemarin ketika sholat di masjid, ustadz yang berceramah menyampaikan tentang bidadari-bidadari yang akan diberikan Allah, yang akan menjadi istri para lelaki beriman di surga nanti....


"Iya...terus? " tanya saya. Saya ingat hadits itu...berapa bidadari? Puluhan?


"Bunda tahu, aku berharap aku tak mendapatkan para bidadari itu. Aku hanya ingin bersama bunda, menjadi suamimu di dunia dan di surga nanti...."


Hening lagi. Beberapa mobil melintas, Sorot lampu bergantian menyergap kami.


Lalu lidah saya kelu. Sebentar lagi airmata saya akan tumpah. Saya tahan sebisa saya.


"Itulah kesanku untuk bunda...," ujarnya pelan. Ia tumpukan tangan kirinya di atas tangan kanan saya. Membelai tangan saya lembut.


Saya tersenyum dalam diam. Kalau tak di dalam mobil, mungkin sudah saya peluk ia erat-erat. Ah, ia tak perlu tahu, airmata saya jatuh juga....Itu kata-kata paling romantis yang pernah saya dengar di dunia ini!


Malam ganjil di bulan Ramadhan yang berkah. Sebait doa saya kirim ke petala langit. Semoga kami berdua dan anak-anak selalu bersama. Selalu bersama di dunia dan di akhirat. Selalu bersama....ya, lebih lama dari selamanya... amiiin



meler gak bacanya?? bisa ya ada kata-kata seindah itu.. (mempertanyakan kapan kira2 keyong bisa mengucapkan kata-kata seindah itu. dan disimpulkan bahwa hal itu akan terjadi kalo air laut jadi rasa gula - alias never)
 
jadi pengen cepet-cepet rasanya.. hahah.. wahai my countdown widget.. coba, bisa gak larinya kencengan dikit??

20 comments:

  1. wahai mbak Ninknonk, meskipun mr. Keyong tak mengucapkan, pastilah dalam hatinya seperti itu :D

    nice article... hiks hiks

    ReplyDelete
  2. Huhuhu,,,bangun tidur baca ini langsung nangis sendirian...
    So sweet...

    ReplyDelete
  3. meriindiiinnggg >.<

    setiap orang pasti punya caranya sendiri koq, jd siap2 aja dengan kata2 dahsyat nya ;)

    ReplyDelete
  4. hikz,sedih.. ini hampir sm ceritaNya kayak buku yg pernah aku baca.. mellow.. nanti kpn2 aku ikut ngutip ceritaNya deh..:(

    tapiii.. bukanNya tiap org pny cara sndr utk mencintai&mengungkapkan perasaanNya yaa?suatu hr nti Mas Ias pasti mengeluarkan kata2 "magic"-nya.. *blushing*

    ehm.. coba dijelaskan arti "jadi pengen cepet-cepet rasanya.. hahah.. wahai my countdown widget.. coba, bisa gak larinya kencengan dikit??"
    wkwkwk.. :P

    ReplyDelete
  5. very touchy indeed..semoga semua cami2 merasakan dn memikirkan hal yg sama, altho they never mention it.. :)

    setuju banget sama ning..cepetan dooonk countdown..could someone please press the forward button? hihi..

    ReplyDelete
  6. Setiap orang pasti beda2 mengekspresikan rasa cintanya, kayaknya kita kebanyakan nonton film percintaan jadinya gt deh... pengen nangis baca postingan ini...hiks...

    ReplyDelete
  7. top!
    langsung gw kirim linknya ke cami... *what the maksud coba??* hehehehe

    ReplyDelete
  8. karna karakter orang beda, jadi cara mengungkapkannya beda2 mbak ning.. :D

    hmm.. suka deh artikelnyaa :)

    ReplyDelete
  9. tia, mudah2an sih bgituuu.. hahahah

    riesta, lohh bumil nangis. cupcup.

    dv, kata2 dahsyat pas ijab kabul.. amiiinn :)

    fita, ahhh itu kan artinya udah jelas bgt! ngebet! hehehehehehe

    put, sabar2 put, masih ada januari menanti >.<

    ibunyachusaeri, iya ya jangan2 akibat kebanyakan nonton sonetron percintaan ki :D

    rere, guwd! ur boy should read this :)

    alfone, sipp! sensitif juga ternyata :)

    enno, setuja no, ga ada beda ga rame, tul ndak?

    ReplyDelete
  10. ngeces.... aku banget tuh..hahaha

    ReplyDelete
  11. Jeng Helvy itu memang penulis yang super duper inspiratif romantis banget deh...

    suka banget bacanya,
    jadi ikutan terharu yaaa

    ReplyDelete
  12. hahahaa.. suka deh sm mbak 'ning, lucu..:">

    yg sbr mbak 'ning.. tapi kayakNya smua yg lg merencanakan pernikahan emang pingin buru2..
    coz aku juga ngebetNya 'ga ketulungan.. *blushing*

    ReplyDelete
  13. indrahuazu, iya deh percaya aja. hehe

    mbak elsa, sering baca tulisannya dia ya mbak? emang banyak yg inspiratif ya :)

    baby dija, makasiiii sayang *kiss

    fita, toss dong kita fita!! hihi

    ReplyDelete
  14. huaaa...langsung nangis terharu abis baca ini....so sweet banget :')

    ReplyDelete
  15. datang lagiii..hehehe..mau laporan award dr mbak e uda dipajang yaaahh ;)

    ReplyDelete
  16. lomita, yess berhasil bikin 1 orang nangis lagi! hehe

    dv, okkeee.. mluncur ke TKP :D

    ReplyDelete
  17. meski aku tak mengungkapkannya langsung, tapi aku sayang kamu dik... *loh?*

    countdownnya cepetan dnk!! hehe...mba ada2 aja... yg bisa hari H-nya dimajuin mba :)

    ReplyDelete